kegiatan percobaan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahan ajar merupakan sumber belajar yang berperan penting untuk menunjang
proses pembelajaran. Adanya bahan ajar dapat memudahkan guru dalam
menyampaikan materi pembelajaran dan menjadi sumber pengetahuan dan
informasi bagi siswa sebagai sarana dalam menunjang kegiatan belajar. Bahan ajar
sangat penting dalam proses pembelajaran, beberapa peran bahan ajar diantaranya
: 1) alat bantu guru dalam pembelajaran; 2) bahan ajar dapat menarik perhatian
siswa; 3) bahan ajar merupakan cara inovatif guru dalam mengembangkan
pembelajaran dengan berbagai karakteristik siswa yang berbeda;
4) bahan ajar penting untuk referensi guru dalam memperbaiki pembelajaran
selanjutnya Lestariningsih dan Suardiman (dalam Widiastuti, 2020, hlm. 480).
Bahan ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran berupa buku
pelajaran, lembar kerja siswa, handout, modul, pamflet, buku panduan belajar dan
sumber belajar lainnya yang berbasis cetak. Bahan ajar berbasis non cetak juga
dapat digunakan dalam pembelajaran misalnya dalam bentuk bahan ajar elektronik.
Saat ini bahan ajar berbasis elektronik dapat dengan mudah diperoleh karena
hadirnya perangkat jaringan teknologi informasi. Kemudahan dalam mengakses
jaringan dan teknologi informasi menjadi kelebihan bagi dunia pendidikan.
Melihat keadaan tersebut, maka dunia pendidikan pun harus melakukan inovasi - inovasi dalam proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi. Hal
ini sejalan dengan kurikulum 2013, dimana pemerintah memberikan gagasan
kebijakan bahwa pembelajaran harus didesain secara menarik, holistik, dan
membangkitkan motivasi siswa. Kemudian diperkuat dalam Permendikbud No.
22/2016 bahwa pelaksanaan pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien
dikarenakan penggunaan TIK yang menjadikan pembelajaran dapat tetap
dilaksanakan tanpa terhalang ruang dan waktu (Maharcika dkk, 2021, hlm. 166).
Ciri khas dalam Kurikulum 2013 ialah integrasi teknologi. Guru dapat
memanfaatkan sarana/media lain sebagai bahan ajar yang dapat diterapkan dalam
pembelajaran. Salah satu media dan bahan ajar yang dapat digunakan guru dalam
pembelajaran yaitu e-modul atau dapat disebut (modul elektronik). Modul
elektronik merupakan modul yang dapat diakses melalui alat elektronik seperti
komputer dan handphone. E-modul dinilai lebih inovatif dan sesuai dengan
perkembangan teknologi karena siswa dapat mengakses materi secara lengkap dan
belajar pun dapat dilaksanakan tidak terbatas ruang dan waktu. Dari segi isi,
pengembangan harus memuat materi yang kontekstual dan sesuai dengan
kompetensi dasar. Materi disusun sebaik mungkin agar tidak ada kesalahan konsep,
kesalahan penulisan, hingga kesalahan dalam penggunaan bahasa. Salah satu materi
pembelajaran Kelas IV adalah sumber energi alternatif. Materi tersebut berisikan
ilmu pengetahuan yang menuntut peserta didik agar mampu mengetahui pentingnya
penggunaan sumber energi alternatif dan macam-macam dari energi alternatif.
Namun, dari penelitian Natalia (2020, hlm. 2) siswa mengalami kesulitan dalam
memahami materi energi terbarukan. Oleh karena itu, visualisasi dari sumber energi
alternatif penting dilakukan untuk membantu peserta didik memahami materi yang
disampaikan.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis kebutuhan di lapangan dari hasil studi
pendahuluan dengan salah satu guru di beberapa sekolah dasar diantaranya di SDN
Wera, SDN 1 Tonusu, dan SDN Mayakeli didapatkan bahwa dalam proses
pembelajaran guru belum pernah memanfaatkan maupun mengembangkan modul
sebagai bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan ketika proses pembelajaran berupa
buku tema dan buku paket yang diterbitkan oleh kemendikbud. Namun, salah satu
sekolah diantara ketiga sekolah tersebut menggunakan juga buku yang diterbitkan
oleh Buppena. Dari hasil wawancara pun didapatkan bahwa bahan ajar yang
digunakan belum cukup memenuhi kebutuhan siswa. Hal tersebut dikarenakan
keterbatasan materi dan latihan yang ada pada buku tersebut. Selain itu berdasarkan
hasil wawancara dengan siswa, ketika proses pembelajaran siswa tidak mempunyai
buku pendamping dan hanya menggunakan buku yang dipinjamkan oleh sekolah.
Oleh karena itu, guru perlu memfasilitasi siswa dalam pembelajaran agar siswa
dapat belajar dengan optimal.
Selanjutnya, dari temuan penelitian Hadiyanti (2021) menunjukkan bahwa
pembelajaran IPA belum berjalan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan
Gina Fitria, 2022
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) PADA MATERI SUMBER ENERGI ALTERNATIF
UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
ketersediaan bahan ajar yang belum memadai. Hal ini sependapat dengan
Hermawan (dalam Hadiyanti, 2021, hlm. 285) mengemukakan bahwa di sekolah
dasar sering kali tidak ditemukan bahan ajar yang variatif. Selain itu, hal lain yang
mendukung pernyataan tersebut ialah pendapat menurut Monitha dkk, (2022, hlm.
480) bahwa bahan ajar yang digunakan di sekolah dasar memiliki tampilan pada
buku LKS kurang menarik karena tidak terdapat visualisasi dari materi dan
menggunakan kertas buram, serta tidak ada contoh aplikasi nyata mengenai konsep
yang mendukung proses belajar siswa.
Pengembangan bahan ajar yang dinilai tepat pada permasalahan pembelajaran
miskonsepsi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi sumber energi
alternatif ialah pengembangan modul elektronik. Keunggulan modul elektronik
antara lain: mampu menciptakan dan meningkatkan kemampuan siswa untuk
belajar mandiri karena modul elektronik terintegrasi dengan teknologi yang mampu
menyajikan informasi berupa tulisan, gambar, suara, gambar bergerak, maupun
video guna memperjelas materi di dalam modul dan dapat digunakan kapanpun dan
di manapun dengan cara mengikuti petunjuk program yang ada di dalam modul
elektronik. Terlebih lagi, berdasarkan survei Badan Survei KOMINFO (2017, hlm.
18) sebanyak 40,87 % anak Sekolah Dasar memiliki smartphone, dan 89,63 %
menggunakan smartphone dimana saja. Sehingga berdasarkan survei tersebut dapat
disimpulkan bahwa minat peserta didik menggunakan handphone sangat tinggi di
zaman ini, dengan demikian menggunakan E-Modul ini peserta didik dapat belajar
di manapun dan kapanpun.
Dalam menghasilkan produk modul elektronik, aplikasi bantuan yang dapat
digunakan untuk membuat modul elektronik ialah flip pdf professional. Flip pdf
professional memiliki beragam fitur yang membuat modul elektronik lebih
menarik. Fitur tersebut ialah dapat menggabukan file berupa gambar, animasi,
video, audio, youtube, dan hyperlink. Kelebihan flip pdf professional adalah mudah
digunakan bagi pengguna komputer yang belum berpengalaman. Hal tersebut
sejalan dengan pendapat Seruni dkk (2019, hlm. 50) bahwa flip pdf professional ini
mudah digunakan untuk membuat dan mengembangkan e-modul. Bahkan pemula
pun dapat mengoperasikannya meskipun tidak mengetahui bahasa pemrograman
dan flip pdf professional ini mudah digunakan di laptop maupun
Gina Fitria, 2022
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) PADA MATERI SUMBER ENERGI ALTERNATIF
UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
perangkat seluler. Flip pdf professional memiliki efek animasi yang membuat
modul seolah-olah dibuka seperti buku secara fisik ketika halamannya dipindah
(Musafanah dalam Rindaryati, 2021, hlm. 193)
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan oleh peneliti, peneliti
berinisiatif untuk mengembangkan bahan ajar digital berbentuk modul elektronik
(e-modul) mengenai sumber energi alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
Melalui pengembangan e-modul ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan
belajar mandiri bagi siswa sehingga dapat membantu mereka memahami fenomena
alam serta memberikan kemudahan dalam visualisasi materi sumber energi
alternatif sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berbeda sehingga siswa
lebih bersemangat dan antusias ketika melaksanakan proses belajar mengajar.
Dengan demikian, penelitian ini akan membantu guru dalam membuat maupun
mengembangkan modul elektronik untuk bahan ajar siswa.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka identifikasi masalah
dalam penelitian ini, sebagai berikut :
1. Minimnya bahan ajar atau referensi sebagai penunjang pembelajaran IPA di
Sekolah Dasar.
2. Belum banyak tersedia bahan ajar digital berupa modul elektronik, khususnya
mengenai sumber energi alternatif.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang sudah dijelaskan, maka muncul
permasalahan secara umum mengenai bagaimana mengembangkan modul
elektronik untuk pembelajaran IPA khususnya pada materi sumber energi alternatif
sebagai bahan ajar digital untuk siswa. Adapun rumusan masalah untuk diteliti
dalam penelitian ini, yaitu :
1. Bagaimana modul yang digunakan di sekolah dasar?
2. Bagaimana rancangan awal modul elektronik pada materi sumber energi
alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar?
Gina Fitria, 2022
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) PADA MATERI SUMBER ENERGI ALTERNATIF
UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
3. Bagaimana uji coba produk modul elektronik pada materi sumber energi
alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar?
4. Bagaimana bentuk akhir modul elektronik pada materi sumber energi alternatif
untuk siswa kelas IV sekolah dasar?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang sudah dijelaskan, maka tujuan umum dari
penelitian ini ialah untuk mengembangkan bahan ajar digital berupa modul
elektronik pada materi sumber energi alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini, yaitu :
1. Memperoleh informasi mengenai modul yang digunakan di sekolah dasar.
2. Mengembangkan dan mendeskripsikan rancangan produk modul elektronik
pada materi sumber energi alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
3. Melakukan uji coba terhadap produk modul elektronik pada materi sumber
energi alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
4. Menghasilkan bentuk akhir produk modul elektronik pada materi sumber
energi alternatif untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1.5 Manfaat Penelitian
Berdasarkan uraian pada tujuan penelitian, maka penelitian ini baik secara teoritis
maupun praktis sebagai berikut :
1.5.1 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan secara
teoritis mengenai modul elektronik pada materi sumber energi alternatif untuk
siswa kelas IV sekolah dasar serta dapat memberikan referensi bagi penelitian
selanjutnya.
1.5.2 Manfaat Praktis
Adapun untuk manfaat praktis dari hasil penelitian ini, adalah sebagai berikut :
Gina Fitria, 2022
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK (E-MODUL) PADA MATERI SUMBER ENERGI ALTERNATIF
UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
1. Bagi guru, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi
Komentar
Posting Komentar